Laporan Praktikum Respirasi Pada Belalang_

LAPORAN PRAKTIKUM

MATA KULIAH BIOLOGI UMUM

MATERI PRAKTIKUM

“ RESPIRASI PADA SERANGGA“

Hari / Tanggal Praktikum : Senin, 09 Januari 2012

BIDANG KONSENTRASI

“ TEKNOLOGI PANGAN DAN GIZI “

Di Susun Oleh :

SITI JULAIKHA

SURANTO

SUSI SUSANTI

YULIANA FLORENTINA

YUSUP SOPIAN

ZENI YUSUP ARFAH

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN MUTU PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
PUSAT PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN PERTANIAN
P4TKP VEDCA CIANJUR JOINT PROGRAM POLIJE
Jl. Jangari KM. 14 Sukajadi, Karangtengah Kotak Pos 138 CIANJUR 43202, Tlp. 0263-285003 Fax. 0263-285026 E-mail:info@vedca.net Website:www.vedca.net

 

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Salam Sejahtera Bagi Kita Semua.

Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang senantiasa melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada kita sekalian, sehinga dalam kehidupan kita dapat berkarya serta melaksanakan tugas dan kewajiban dibidang masing – masing. Semoga kita semua selalu mendapat petunjuk dan perlindungan-Nya sepanjang masa. Dan dalam pada itu dengan izin-Nya, Alhamdulillah niat dan tekad penyusun untuk menyelesaikan penyusunan “Laporan Praktikum” dapat tersusun dengan baik.

Selanjutnya pada kesempatan ini penyusun setulus hati menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Ibu Dra. Wisnuwati, M.Pd yang telah membimbing dan memberikan ilmu pengetahuan khususnya di bidang Ilmu Biologi.

Laporan ini di susun dengan bahasa sederhana berdasarkan berbagai literatur tertentu dengan tujuan untuk mempermudah pemahaman mengenai teori yang di bahas. Kendati demikian, tak ada gading yang tak retak. Penyusun menyadari bahwa dalam laporan ini terdapat kekurangan dan kelemahan, oleh karena itu penyusun terbuka dengan senang hati menerima kritik dan saran yang konstruktif dari semua pihak demi perbaikan dan penyempurnaan laporan ini.

Akhirnya, penyusun berharap semoga laporan ini dapat memberikan manfaat bagi semua pihak, dan sumbangsih untuk kemajuan perkembangan Ilmu Biologi.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Cianjur, 16 Januari 2012

PENYUSUN

DAFTAR ISI

 

KATA PENGANTAR­­­­­­­______________________________________      i

DAFTAR ISI____________________________________________      ii

BAB I PENDAHULUAN____________________________________    1

A. Latar Belakang_______________________________________     1

B. Tujuan Praktikum____________________________________     1

BAB II TINJAUAN PUSTAKA_______________________________     2

BAB III METODOLOGI PRAKTIKUM___________________________     4

A. Alat_______________________________________________     4

B. Bahan_____________________________________________     4

BAB IV PEMBAHASAN___________________________________     5

BAB V PENUTUP_______________________________________     7

A. Kesimpulan_________________________________________     7

B. Saran_____________________________________________     7

DAFTAR PUSTAKA


BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Suatu kegiatan belajar mengajar yang merupakan proses pemberian materi atau pengetahuan yang dilangsungkan dan disampaikan oleh dosen – dosen kepada para mahasiswa supaya dapat mengerti dan memahami materi yang diberikan.

Kegiatan praktikum adalah suatu kegiatan belajar mengajar yang dilakukan mahasiswa sebagai penunjang pembelajaran materi yang diberikan. Praktikum ini diharapkan dapat memungkinkan mahasiswa agar lebih termotivasi untuk lebih giat belajar.

B. Tujuan Praktikum

Tujuan praktek ini adalah agar mahasiswa mengetahui dan dapat mengidentifikasi proses respirasi pada serangga yang ada di sekitar kita. Mulai dari alat proses terjadinya respirasi, alat untuk respirasi, hal – hal yang dapat mempengaruhi respirasi, dan alat untuk mengukur respirasi pada hewan serangga yang ada di lingkungan sekitar.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

 

Bernafas merupakan salah satu ciri dan aktivitas makhluk hidup. Istilah pernafasan sering di sama artikan dengan istilah Respirasi, walau sebenarnya kedua istilah tersebut secara harfiah berbeda. Pernafasan (breathing) berarti menghirup dan menghembuskan nafas. Bernafas berarti memasukkan udara dari lingkungan luar ke dalam tubuh dan mengeluarkan udara sisa dari dalam tubuh ke lingkungan luar. Sedangkan respirasi (respiration) berarti suatu proses pembakaran (oksidasi) senyawa organik (bahan makanan) di dalam sel guna memperoleh energi.

Pada hewan – hewan tingkat tinggi terdapat alat untuk proses pernafasan, yakni berupa paru – paru, insang atau trakea, sementara pada hewan – hewan tingkat rendah dan tumbuhan proses pertukaran udara tersebut dilakukan secara langsung dengan difusi melalui permukaan sel – sel tubuhnya. Dari alat pernafasan, oksigen masih harus di angkut oleh darah atau cairan tubuh ke seluruh sel tubuh yang membutuhkan. Selanjutnya oksigen tersebut akan dimanfaatkan untuk oksidasi di dalam sel guna menghasilkan energi.

Respirasi bertujuan untuk menghasilkan energi. Energi hasil respirasi tersebut sangat diperlukan untuk aktivitas hidup, seperti mengatur suhu tubuh, pergerakan, pertumbuhan dan reproduksi. Jadi kegiatan pernafasan dan respirasi tersebut saling berhubungan karena pada proses pernafasan dimasukkan udara dari luar (oksigen) dan oksigen tersebut digunakan untuk proses respirasi guna memperoleh energi dan selanjutnya sisa respirasi berupa gas karbon dioksida (CO2) dikelurkan melalui proses pernafasan.

Karena hewan – hewan tingkat rendah dan tumbuhan tidak memiliki alat pernafasan khusus sehingga oksigen dapat langsung masuk dengan cara difusi, maka sering kali istilah pernafasan disamakan dengan istilah respirasi. Dengan demikian perbedaan kedua istilah itu tidak mutlak.

Untuk bernafas, hewan – hewan tertentu memiliki alat pernafasan. Alat – alat pernafasan tersebut berperan dalam proses pemasukan oksigen dari lingkungan luar ke dalam tubuh serta pengeluaran CO2 dari tubuh kelingkungan luar. Alat – alat pernafasan pada hewan berbeda – beda sesuai dengan perkembangan struktur tubuh dan tempat hidupnya. Hewan darat menggunakan paru – paru untuk bernafas dan pada kelompok burung, paru – paru dilengkapi dengan kantong udara. Pada katak dewasa selain menggunakan paru – paru juga menggunakan kulit untuk membantu pernafasan. Hewan yang hidup diperairan (hewan akuatik), misalnya ikan dan udang mempunyai insang. Serangga umumnya mempunyai alat perrnafasan berupa trakea dan hewan invertebrata yang lain memiliki organ yang berbeda pula.

Alat pernafasan hewan pada dasarnya berupa alat pemasukan dan alat pengangkutan udara. Apabila alat pemasukan ke dalam tubuh tidak ada, maka pemasukan oksigen dilakukan dengan cara difusi, misalnya pada protozoa. Pada cacing tanah, oksigen masuk secara difusi melalui permukaan tubuh, kemudian masuk ke pembuluh darah. Di dalam darah, oksigen di ikat oleh pigmen – pigmen darah, yaitu hemoglobin yang larut dalam plasma darah. Pada hewan lain, hemoglobin terkandung di dalam sel darah merah (eritrosit).

BAB III

METODOLOGI PRAKTIKUM

Dalam praktikum ini, kami diberi tugas untuk mengidentifikasi proses respirasi pada serangga yaitu Belalang serta mengamati proses respirasi dengan menggunakan respirometer. Setelah belalang tersebut melakukan proses respirasi di dalam respirometer dan terlihat pergerakannya lalu mencatat proses respirasi tersebut beserta keterangannya serta disusun dalam suatu Laporan Praktikum.

Sebelum melakukan praktikum terlebih dahulu kita menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan. Setelah apa yang dibutuhkan telah siap maka kita dapat melakukan praktikum dengan pertama – tama menangkap serangga yang akan diamati yaitu Belalang. Kemudian dimasukkan ke dalam respirometer yang sebelumnya telah di beri Kristal NaOH dan dilapisi oleh kapas. Setelah dimasukkan ke dalam respirometer kemudian pada sambungan atau tutup respirometer diolesi vaselin supaya udara dari luar tidak masuk ke dalam respirometer dan setelah itu pada ujung respirometer ditetesi larutan eosin, kemudian mengamati pergerakan larutaan eosin ke arah belalang dan mencatat berapa cm per menitnya di lembar praktikum guna bahan menyusun laporan praktikum.

A. Alat

ü  Respirometer

ü  Alat Penangkap Serangga

ü  Vaselin

ü  Larutan Eosin

ü  Kristal NaOH atau Larutan KOH

ü  Kapas

B. Bahan

ü  Belalang

BAB IV

PEMBAHASAN

 

Pernafasan pada serangga dilakukan denga menggunakan sistem trakea. Udara keluar dan masuk tidak melalui mulut melainkan melalui lubang – lubang sepanjang kedua sisi tubuhnya. Lubang – lubang pernafasan tersebut dinamakan stigma atau spirakel. Pada masing – masing ruas tubuh terdapat sepasang stigma, sebuah di sebelah kira dan sebuah lagi di sebelah kanan. Stigma selalu terbuka dan merupakan lubang menuju ke pembuluh trakea. Trakea bercabang – cabang sampai ke pembuluh halus yang mencapai seluruh bagian tubuh. Udara masuk melalui stigma, kemudian menyebar mengikuti trakea dengan cabang – cabangnya. Jadi, oksigen diedarkan tidan melalui darah melainkan langsung dari pembuluh trakea ke sel – sel yang ada disekitarnya. Dengan demikian cairan tubuh serangga (“darah serangga”) tidak berfungsi mengangkut udara pernafasan tetapi hanya berfungsi mengedarkan sari – sari makanan dan hormon.

Proses pernafasan serangga terjadi karena otot – otot yang bergerak secara teratur. Kontraksi otot – otot tubuh mengakibatkan pembuluh trakea mengembang dan mengempis, sehing udara keluar dan masuk melalui stigma. Pada saat trakea mengembang, udara masuk melalui stigma, selanjutnya masuk ke dalam trakea, lalu ke dalam trakeolus dan akhirnya masuk ke dalam sel – sel tubuh. O2 berdifusi ke dalam sel – sel tubuh. CO2 hasil pernafaasan dikeluarkan melalui sistem trakea yang akhirnya dikeluarkan melalui stigma pada waktu trakea mengempis.

 

Proses dan hasil pengamatan dari praktikum yang telah kami lakukan adalah sebagai berikut :

  


 

BAB V

P E N U T U P

A. Kesimpulan

Dari kegiatan praktikum yang kami lakukan, kami menyimpulkan bahwa tidak semua jenis hewan memiliki sistem respirasi yang sama, alat – alat pernapasan dan lain sebagainya yang sama pula.

Berbeda habitat yang mereka tempati juga mempengaruhi sistem  respirasi mereka, walaupun pada jenis serangga ataupun jenis hewan yang serupa.

B. Saran

Setiap melakukan praktikum diharapkan untuk dapat memperhatikan prosedur kerja serta memperhatikan keselamatan kerja. Selain itu, diusahakan untuk memperbanyak referensi guna memudahkan kita baik dalam melakukan praktikum maupun dalam penyusunan laporan praktikum.


DAFTAR PUSTAKA

Syamsuri I, dkk., 2003. Biologi Jilid 2B untuk SMA Kelas IX Semester 2. Jakarta : Erlangga

Categories: Pendidikan | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: